Selasa, 01 Maret 2011

Permainan Kasti sebagai Pemanasan dalam Pelajaran Permainan Bola Volley Tehnik Passing Bawah

Permainan Kasti sebagai Pemanasan dalam Pelajaran Permainan Bola Volley Tehnik Passing Bawah


Seorang anak kecil berumur 6 tahun tiba-tiba menangis dan pulang ke rumahnya. Dia mengadu kepada ibunya bahwa karet gelang yang baru saja di beli putus semua ketika ditarik untuk bermain aduan karet, sehingga dia tidak diperbolehkan bermain dengan teman-temannya. Bukankah karet bersifat lentur ?. Akan tetapi kalau masih baru tiba-tiba ditarik kenapa karet tersebut putus ? Bagaimana dengan otot-otot dari tubuh kita jika tiba-tiba berkontraksi memanjang dan memedek dengan tiba-tiba ?. Apakah nasibnya lebih buruk dari karet tersebut ? Jika yang lentur saja bisa putus apalagi yang kurang lentur !
Otot –otot akan bekerja bersama sama untuk menterjemahkan gerakan yang di perintahkan oleh otak kita. Beberapa otot melewati persendian kita ,dengan adanya persendian yang dilalui oleh otot otot maka kita dapat bergerak sesuai dengan kemampuan persendian kita. Agar dapat bergerak dengan optimal antara persendian dan otot-otot diperlukan suatu aktivitas gerakan-gerakan yang dapat membuat persendian kita siap untuk bergerak sesuai perintah, demikian juga otot-otot agar siap untuk bereaksi secara optimal. Gearakan – gerakan tersebut dinamakan pemanasan atau warming Up.
Dalam keadaan yang bagaimanakah otot-otot kita dapat bergerak dengan Optimal ?. “ Otot akan bekerja optimal pada suhu 39 derajat celcius, Oleh karena itu sertiap kita akan berolahraga, dianjurkan melakukan pemanasan, termasuk pelemasan agar otot dapat bekerja dengan baik dan terhindar dari cedera.” ( Dr. Tri Prabowo : Fisiologi 2000 : 1 ). Pentingnya pemanasan juga dikemukakan oleh Dra. Sumaryanti, M.S “ Wariming Up adalah bagian yang sangat penting dilakukan karena mempersiapkan badan untuk mempersiapkan gerakan yang lebih keras yang akan dilakukan untuk latihan berikutnya dan juga untuk mencegah terjadinya cedera. Pemanasan dengan gerakan ritmik dilajutkan dengan sterching akan membantu meningkatkan suhu badan dan mempersiapkan sistem kardio respirasi, meningkatkan cairan pelumas dalam sendi-sendi kelenturan legamen, panjangnya tendo dan otot serta mempercepat pacuan syaraf. Pemanasan dianggap memadai bila badan terasa panas dan denyut nadi 60 % dari denyut nadi maksimal.( Senam Aerobik : 2000, Yogyakarta : 2). Sedangkan bagaimana bentuk pemanasan juga disampaikan oleh Drs.Djoko pekik,M.Kes : Pada tahap ini melakukan rangkaian gerak pemanasan meliputi : lari-lari kecil, streching, kalestenik dan aktivitas formal. ( Program Latihan : 2000, Yogyakarya :24 )Pemanasan sangat diperlukan agar otot-otot siap melakukan aktivitas serta menghindari cedera yang timbul akibat dari aktivitas yang akan dilakukan, juga macam aktivitas pemanasan meliputi gerakan-gerakan lari, streching dan aktivitas formal yang akan dilakukan. Aktivitas formal ini diharapkan menjadi salah satu faktor baik fisiologis maupun psikologis anak siap untuk menghadapi akativitas inti dalam pelajaran pendidikan jasmani.pemilihan aktivitas formal yang memiliki kesesuain gerak dengan aktivitas inti menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kesiapan anak menghadapi aktivitas inti.
Pemanasan yang terencana sesuai dengan aktivitas yang akan dilakukan mutlak diperlukan agar otot-otot dan semua organ tubuh juga psikologis anak agar gembira dan siap untuk melakukan aktivitas inti yang akan dilakukan dan yang paling penting adalah mencegah terjadinya cedera !.
Permainan Kasti
Permainan kasti adalah permainan tradisional dari Indonesia yang perlu diberikan kepada siswa. Hal ini perlu menjadi perhatian dari guru pendidikan jasmani dikarenakan banyak sekali unsur-unsur pendidikan yang terdapat dalam permainan kasti tersebut. Sebagai bangsa indonesia kita perlu menanamkan rasa bangga pada siswa didik kita betapa kaya dan memberikan nilai yang diperlukan dalam kehidupan dari permainan warisan nenek moyang kita dahulu. Dimensi cinta kebangsaan dan unsur pendidikan yang terkandung dalam permainan kasti ini menjadi hal penting dan perlu diteruskan kepada para siswa.
Semakin berkembangnya siawa akan lebih sempurna jika dimensi – dimensi kecerdasan siswa dapat terasah dalam suatu program mengajar belajar. Hampir semua dimensi kecerdasan siswa dapat terasah dalam permainan kasti mulai dari bodly, interpersonal, intra personal, kejujuran, amanah, rasa syukur dan lain-lain. Dalam tulisan kami hanya memfokuskan pada satu contoh kecil dari dimensi bodly dari permainan kasti. Satu sampel kecil dari manfaat permainan kasti akan dapat menjadi pembuka pemikiran betapa besar manfaat permainan ini bagi siswa.
Permainan kasti adalah permainan yang dimainkan oleh dua tim dengan tujuan memperoleh nilai sebanyak-banyaknya untuk timnya. Tim yang memperoleh nilai paling banyak dinyatakan menang. Untuk memperoleh kemenangangan, suatu tim harus memiliki stategi. Salah satu strateginya adalah bagaimana satu selalu menjadi regu pemukul. Regu pemukul berusaha untuk memukul bola yang susah dijangkau lawan agar pemukul atau teman satu timnya dapat kemabali ke base tempat memukul. Hasil kembali ke tempat pemukul baik dengan pukulan sendiri ataupun bantuan teman pemukul yang lain akan mendapat nilai. Unsur memukul dengan tepat dan akurat menjadi salah satu kunci kemenangan dalam permainan kasti.
Agar dapat bermain kasti diperlukan alat untuk dapat bermain kasti yaitu : tongkat pemukul, bola dan base untuk berhenti. Cara permainan kasti untuk pemanasan ini ada sedikit modifikasi. Modifikasi dalam permainan kasti ini yaitu tongkat pemukul di hilangkan dan diganti dengan 2 lengan lurus didepan badan sedangkan dua telapak tangan menjadi satu. Prinsip dari tongkat pemukul yang lurus harus ditekankan agar menjadi perhatian dari dua lengan yang lurus !. sedangkan bola kasti kita ganti dengan bola terbuat dari karet dengan ukuran besar antara bola tangan sampai bola volley. Peran guru sangatlah penting untuk memberikan intruksi agar siswa bersiap memukul juga regu bertahan siap mengambil bola . di samping itu juga guru perlu terus membarikan koreksi agar dua tangan selalau lurus dan selalu mengejar bola yang dilambungkan oleh guru. Perlu juga untuk memberikan taktik penempatan bola agar sulit dijangkau oleh regu penjaga. Untuk peraturan yang lain masih tetap mempergunakan peraturan permainan kasti.
Dalam pemanasan diperlukan juga suatu kegiatan yang menyeruapai permainan yang akan dilakukan, permainan kasti dapat menjadi aktivitas yang dapat dilakukan agar dapat memenuhi kaidah ini, sebagai variasi agar siswa tidak bosan dengan aktivitas pemanasan yang monoton. Disamping itu ada kesamaan pengelompokan cabang olahraga menurut Gandelsman dan Smirnov ( 1970 ) : kesempurnaan dalam pelaksanaan ketrampilan sewaktu berhadapan dengan lawan. Beberapa factor yang dapat diambil kesamaan dan bersinergi akan dapat membuat aktivitas jasmani dapat lebih mencapai tujuan.
Kurilulum 2004 Dan Rencana Pembelajaran
Pada suatu hari dilingkungan sekolah terjadi obrolan dari ibu-ibu yang sedang menunggui anak-anak mereka sekolah. Mereka sedang memperbandingkan pelajaran yang dipelajari anak-anak mereka dengan apa yang mereka pelajari dahulu dengan kelas yang sama. Akhirnya ada seorang ibu yang mengatakan bahwa kurikulumnya telah berbeda antara jaman mereka dengan jaman anak anak mereka sekarang. Apa yang berbeda kegiatan belajar mengajarnya masih sama ? kata seorang ibu yang lain. Kegiatan besar apa yang berbeda ?.
Beda jaman tentu beda tantangan yang akan dihadapi oleh siswa. Perkembangan jaman yang selalu dinamis memerlukan suatu antisipasi yang cepat dari pemerintah agar dapat menterjemahkan apa-apa yang diperlukan untuk mempersiapkan tunas-tunas bangsanya dalam mengahadapi persaingan dengan bangsa lain. Antisipasi dan penterjemahan apa apa yang diperlukan ini akan berbentuk suatu kegiatan yang besar yaitu proses mengajar belajar di sekolah di seluruh wilayah Negara. Dalam melakukan suatu kegiatan perlu adanya perangkat tujuan, intruksi, organisasi,sarana, materi dan evaluasi dari kegiatan tersebut.perangkat-perangkat diatas adalah satu kesatuan alat untuk mencapai dan mentercemahkan dari keinginan pembuat suatu kegiatan. Kesatuan perangkat tersebut dapat dinamakan dengan kurikulum.
Bentuk antisipasi dan penterjemahan ini mewujudkan suatu perkembangan kurikulum dalam bidang pendidikan.
Kurilum 2004 merupakan perkembangan dari kurikulum yang sebelumnya. Kurikulum ini mulai berlaku sejak ditetapkan sampai pada saat tulisan ini kami buat. Apa – apa yang dilakukan oleh institusi pendidikan dasar dan menengah akan mengacu pada kurikulum 2004 ini.dalam mata pelajaran pendidikan jasmani untuk siswa sekolah menegan pertama kelas 7 memmuat standar kompetensi : memperagakan tehnik dasar permainan dan olahraga berdasarkan konsep yang benar dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.
Kompetensi dasar : Menerapkan unjuk kerja ketrampilan lokomotor dan manipulatif dalam salah satu nomor beregu bola besar ( sepak bola,bola voli dan basket ) dengan kontrol yang baik.
Salah bentuk kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam melaksanankan pembelajaran sesuai kurikulum yang berlaku adalah pembentukan rencana pembelajaran. Rencana pembelajaran adalah desain apa yang akan dilaksanakan oleh guru pada saat proses mengajar belajar. Dalam menetukan desain ini diperlukan kreativitas yang tinggi agar apa yang diberikan mudah diterima siswa dan menyenangkan bagi siswa. Agar menyenangkan siswa perlu kiranya di buat suatu aktivitas yang menghindari rasa bosan siswa dari suatu aktivitas yang selalu diulang ulang. Perencanaan desain rencana pembelajaran yang menarik bagi siswa hendaknya dilakukan agar siswa dapat melakukan aktivitas dengan sukarela dan gembira.
Permainan adalah salah satu aktivitas yang sangat di gemari oleh siapapun. Ada tantangan nyata yang membuat orang berkonsentrasi dalam mengatasi tantangan tersebut adalah salah satu alasan mengapa orang suka dengan permainan. Permainan dapat dilakukan baik sendirian ataupun bersama dengan teman, walaupun dilakukan sendirian atau bersama tetap ada unsur yang sama yaitu kegembiraan dalam proses bermain tersebut. Mengambil unsur kegembiraan dan dapat dilakukan dengan orang lain maka aktivitas permainan dapat diambil untuk dimasukkan dalam desain rencana pembelajaran.
Dalam menetukan desain rencana pembelajaran ada pola yang harus tersusun secara sistematis. Penyususnan pola ini dimaksudkan agar proses mengajar belajar dapat berlangsung secara lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal. Salah satu bentuk susunan rencana pembelajaran adalah :
1. openmind : aktivitas ini untuk membuka atau memecahkan konsentrasi anak dari aktivitas sebelumnya dan juga untuk mengarahkan pemikiran anak terhadap aktivitas yang baru akan dilakukan.
2. konsep : rumus atau kata kunci dari aktivitas yang akan dilakukan oleh siswa pada proses mengajar belajar. Kedua akativitas diatas kadang juga disebut sebagai pendahuluan.
3. aktivitas siswa : bentuk kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa agar mampu mencapai sasaran yang telah ditentukan sebelumnya. Aktivitas ini kadang disebut dari inti rencana pembelajaran.
4. penutup : adalah aktivitas untuk merview kembali dalam bahsa siswa dan siap untuk menerima aktivitas dari guru yang lain.
Dari pola ini akan terdesain suatu aktivitas dari rencana pembelajaran yang akan dilakukan secara terperinci, bahkan salah satu indikatornya apabila yang bersangkutan berhalangan untuk memberikan, maka orang lain yang membaca dapat menjalankan program pembelajaran ini.
Memasukan permainan kasti pada konsep dapat dilakukan untuk aktivitas pendahuluan. Konsep bahwa dua lengan harus lurus saat lengan berubah menjadi stik pemukul dalam permainan kasti adalah salah satu kata kunci dalam pembelajaran ini. Menyamakan fungsi dua lengan dengan stik kasti agar dapat memantulkan bola pada sasaran yang akan dituju diperlukan bidang yang datar. Bidang ini dapat tercapai jika dua lengan lurus.Dua lengan lurus agar tercapai bidang datar sehingga terbentuk stik dari lengan kita untuk dapat memukul bola yang dilambungkan pitcher dan permainan kasti dapat berlangsung pada fase pendahuluan ini.

Bola Volley Tehnik Passing Bawah
Pelaksaan pasing bawah adalah sebagai berikut :
1. tahap persiapan
a. berdiri dengan kedua kaki di buka selebar bahu dan kedua lutut direndahkan hingga berat badan tertumpu pada kedua ujung kaki di bagiab depan.
b. Rapat dan luruskan kedua lengan di depan badan hingga kedua ibu jari sejajar.
c. Pandangan kea rah datangnya bola.
2. tahap gerakan
a. dorongkan kedua lengan kearah datangnya bola bersamaan ke dua lutut dan pinggul naik serta tumit terangkat dari lantai.
b. Usahakan arah datanganya bola ditengah-tengah badan
c. Perkenaan bola yang baik tepat pada pergelangan tangan.
3. akhir gerakan
a. tumit terangkat dari lantai
b. pinggul dan lutut naik serta kedua lengan lurus
c. pandangan mengikuti arah gerakan bola.( Drs Roji, 2004 : 15-16 )
Mengetahui tingkatan kemampuan motorik anak dan menciptakan kesan pertama yang menyenangkan untuk tahap pemula gerakan passing bawah ini agar lebih diperhatikan dengan seksama mengingat anak yang tidak terbiasa akan merasa tangannya merah dan sakit. Jika hal ini kurang diantisipasi maka pelajaran bola voli akan kurang diminati oleh siswa terutama putri.
Membuat atmosfir pembelajaran bola voli tehnik passing bawah yang menyenangkan sangatlah diperlukan. Memodifikasi alat dan cara pembelajaran dapat dilakukan agar siswa menjadi lebih antusias. Bola voli dapat dimodifikasi dengan bola karet yang lembut yang seukuran dapat dilkaukan. Dengan menganti bola tersebut maka saat adaptasi siswa dengan sentuhan bola akan lebih menyenagkan, disbanding dengan bola voli yang asli.
Bermain adalah aktivitas yang menyenagkan bagi siapa saja. Siswa akan sangat senang jika aktivitas yang dilakukan dengan aktivitas bermain. Dalam tehnik dasar passing bawah bahwa rapat dan luruskan ke dua lengan dapat diasumsikan dengan stik pemukul kasti. Adanya kesamaan prinsip antara stik dengan kedua lengan saat passing bawah dapat di subtitusikan sehingga prinsip stik agar lurus dan datar dapat dibentuk oleh ke dua lengan. Setelah lengan berubah menjadi stik maka permainan kasti dapat kita lakukan.
Mengetahui secara detail kemampuan siswa sebelum proses mengajar belajar sangatlah diperlukan. Mengejar tuntutan kurikulum tanpa melihat kemampuan dan minat siswa kurang bijaksana. Mengabungkan bermacam macam materi yang memiliki kesuauai dapat dilakukan untuk mengatisipasi adanya rasa tidak nyaman bagi siswa. Dengan memodifikasi suatu materi yang lebih membangkitkan rasa belajar bagi siswa dapatlah dilakukan. Kesamaan antara bentuk stik dengan kedua lengan ketika melakuka passing bawah ataupun juga serve bawah dapatlah dijadikan dasar untuk memodifikasi. Agar gerakan dapat benar, maka peran guru saat menjadi pelambung atau pitcher agar dapat jeli mengamati setiap siswa dalam pelaksaan menjadi seorang pemukul bola. Koreksi terhadap gerakan yang salah dapat dilakukan dengan cara stop pukulan salah dan harus diulang.
Modifikasi ini sangatlah menyenangkan bagi siswa tingkatan pemula atau pertama dalam bermain bola voli. Rasa kegembiraan dan dasar passing bawah merupakan hal dasar yang ingin dicapai dalam modifikasi ini. Untuk tingkat selanjutnya dapat dimodifikasi dengan serve under hand sebagai gantinya memukul dengan stik.
Daftar pustaka
1. Drs. Roji.2004.Pedidikan jasmani untuk SMP kelas VII. Jakarta: Erlangga
2. Drs.Djoko pekik,M.Kes dkk . 2000 . Senam Aerobik. Yogyakarta : UNY
3.Bompa.. 1993.teori dan metodologi latihan ( terjemahan ).Bandung. IKIP Bandung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar